PERLU UNTUK DIKETAHUI SEBAGAI ORANG BATAK

 HORAS HORAS HORAS

kali ini kita akan membahas  apasih gunanya kita harus menetahui tarombo

 

Tarombo (silsilah keturunan) hal yang sangat penting bagi orang yang bermarga dari Angkola, Mandailing, Batak Toba atau daerah Tapanuli lainnya. Tarombo adalah garis keturunan semarga. Seseorang tau dia generasi keberapa dalam marga itu jika dia sudah tau tarombo marganya.

 

Mengetahui tarombo adalah hal yang sangat penting bagi para marga-wan. Sebab jika tak tau dengan tarombo jelas-jelas ia akan lilu (kesasar). Partuturan atau markahanggi (hubungan keluarga) dapat diketahui dari tarombo.

Garis tarombo hanya berlaku bagi keturunan alaklai (laki-laki), sedangkan perempuan tidak. Karena marga yang dipakai atau yang diteruskan itu hanya marga dari bapak-kakek(oppung)nya. Maka perempuan hanya memakai marga, dan tak bisa mewariskannya pada anak-anaknya.

 

Dari tarombo ini dapat diketahui sudah berapa abad suatu marga hidup dan berketurunan dan sudah berapa generasi yang ia lahirkan. Hitungannya biasanya 25 tahun untuk satu generasi.

Tarombo biasanya dibuat keluarganya atau generasi itu sendiri dengan menulis atau menyalinnya untuk dapat diwariskan pada anak cucunya. Tapi terkadang setelah ditulis atau dibuat, salinan tarombo itu hilang dengan sebab-sebab tertentu.

 

Generasi sekarang cukup sedikit yang mengerti dan mengetahui dengan tarombo marganya. Generasi modern dizaman ini sudah tak peduli dengan tarombo. Merasa tak penting apa itu tarombo, apa gunanya dan meneruskannya. Padahal mengetahui tarombo dan garis keturunan membuktikan bahwa seseorang menghargai garis keluarga dan nenek moyangnya.

 

Ironisnya, banyak orang yang dengan sengaja menghilangkan marganya tanpa memakai pada namanya. Ini suatu tindakan bagaimana ia menghilangkan jejak atau garis keturunan ia pada anak cucunya. Bararti ia sudah menghilangkan atau memutuskan tarombo.

 

Untuk saling mengenal dengan dongan samarga, maka martarombolah usaha yang dijalani. Apakah dia manggil abang, anggi, iboto, ama uda, amattua, bou, oppung atau yang lainnya.

 

Martorombo itu harus diteruskan atau diajarkan orang tua pada anak cucunya (popparanna). Sebab kalau tak diajarkan atau dikasihtau orangtua atau ayah dan oppungnya pada popparannya akan tak tau hal itu. Jika hal ini juga tak bisa dilakukan orangtua, maka anaklah yang harus mencari tau, agar tarombo keluarganya jangan sampai  terputus untuk generasi berikutnya.  POST BY : IDOSIBURIAN

tinggalkan sebuah pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s